Kebodohan, nafsu, dan keserakahan


Ada beberapa hal yang membuat orang selalu terjerembab ke lubang yang sama bukan hanya untuk ke dua kali tapi berkali-kali. Banyak faktor memang yang membuat orang itu masuk ke dalam yang sama hingga berkali-kali, tapi apakah ada kemungkinan lubang itu bisa dihindari. Banyak sekali kejadian yang terlihat banyak sekali orang yang terjerembab ke dalam lubang yang sama berulang kali, biasanya sih bukan karena kebodohan orang tersebut, tapi ada faktor dari nafsu dan serakah *jika menyangkut harta, tahta, dan sex*. Jika dahulu ada pernyataan 3T, harta, tahta, wanita. Tapi sekarang udah berubah karena wanita juga bisa bilang 3T harta, tahta, tit**(maaf lembaga sensor melarangnya). Jadi apa bedanya pria dan wanita jaman sekarang??? Toh mereka juga sudah merasa cuek, merasa emansipasi sudah berjalan dengan sempurnanya.

Tulisan ini bukan untuk membahas tentang genderitas, tapi cuma mau meriview tentang masuk ke lubang yang itu-itu melulu *kalo pasangan suami istri sah-sah aja, hehehe…*. Biasanya kita selalu berujar bahwa keledai pun tidak akan mau untuk masuk ke dalam lubang yang sama untuk ke-dua kalinya. Tapi kita kan bukan kedelai, selama kita masih penasaran, nafsu dan berhasrat tinggi pasti akan selalu terjerembab lagi dan lagi, dan lagi….*inget iklan mag*

Yah manusia memang tempatnya salah dan dosa, tapi buat gue, gue gak mau diri gue selalu jadi bak dosa. Yah walaupun mungkin pernah beberapa kali kecebur di lubang yang sama, tapi masa gue mau sih selalu kecebur kan enggak donk. Well every human made mistakes, gak ada yang sempurna itu memang benar.

Sekarang coba kita pikirkan dengan baik*buat yang gak mau mikir jangan dipikirin tar cepet tua…*apa bedanya kebodohan, nafsu dan keserakahan. Kalo dari kata dan artinya satu sama lain memang beda. Banyak yang bilang kebodohan merupakan penyakit, pangkal kemiskinan, kebaikan yang bernasib buruk dan masih banyak lainnya lagi, obatnya hany bertanya. Jika kita banyak bertanya pasti terhindar dari kebodohan. Nafsu banyak artinya juga seperti pembatas ujian, musuh dalam diri manusia, dorongan hati dan masih banyak lagi, kuncinya hanya kita butuh pengendalian saja. Sedangkan keserakahan adalah tamak, rakus, maruk dan masih banyak arti lainnya, kuncinya kita harus ikhlas. Nah dari ketiganya itu pasti ada salah satu sifat tersebut yang ada pada diri manusia, bahkan ada ketiganya pula.

Bangsa kita juga cenderung banyak memiliki tiga sifat ini, contohnya banyak para pejabat yang sudah mengenyam pendidikan tinggi tetap saja bodoh, bernafsu, dan serakah. Betapa tidak, mereka sudah diberikan fasilitas yang jauh dari sangat layak, bahkan berlebih. Masih saja melakukan kebodohan untuk memeras orang lain dan juga korupsi, mereka pun tak enggan untuk sesumbar untuk menjadi pemimpin nomor satu, sedangkan kinerjanya tidak pernah terlihat. Jika mereka ingat para pendahulunya yang menjadi pemimpin bukan berdasarkan garis keturunan, harta, tahta atau pun jabatan dari orang tua mungkin mereka akan lebih gesit untuk mencari perhatian rakyatnya dengan melakukan kebaikan bagi rakyat.

Bijaksanalah jika anda menjadi pemimpin, bijaksana, sabar, ikhlas, dan sanggup untuk mengendalikan diri adalah kunci untuk anda menjadi seorang pemimpin. Pemimpin juga tak perlu sungkan untuk bertanya, karena orang yang selalu bertanya bukan berarti mereka bodoh *tapi jangan kebanyakan*. Jangan terlalu berambisi, ukur kemampuan diri apa memang sanggup menjadi pemimpin atau hanya karena mengejar gengsi. Ingat pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu dipuja oleh rakyatnya, pemimpin yang baik tak pernah mengatakan “saya sanggup untuk memimpin”, pemimpin yang baik akan selalu belajar, seorang pemimpin yang baik akan selalu mengemban amanat orang yang dipimpinnya. Semoga kelak kita mendapat pemimpin yang baik, tidak terjebak ke dalam lubang yang sama untuk kesekian kalinya kita salah untuk menerima pemimpin. Anda semakin pintar untuk memilih, pilihlah pemimpin yang memang memberikan kontribusi yang baik.

Published in: on February 24, 2009 at 11:49 am  Comments (1)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: http://khupret.wordpress.com/2009/02/24/kebodohan-nafsu-dan-keserakahan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. lubang. lubang. lubang. hihihi… ternyata postingan pemilu? :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.