
KAIRO – Di saat orangtua di Amerika Serikat (AS) khawatir putra-putrinya akan ada di Facebook, sepasang orangtua di Mesir menamakan anak mereka ‘Facebook’ demi mengenang revolusi 25 Januari lalu.
Seperti dilansir surat kabar Al-Ahram, seorang warga Mesir berusia sekira 20an menamakan putrinya yang baru lahir dengan nama Facebook, demi mengenang peran penting jejaring sosial tersebut dalam mengorganisir protes yang dilakukan di Mesir.
Bayi tersebut bisa saja dinamakan Youtube, Twitter, Google, atau bahkan Kamera Telepon, tapi tampaknya Facebook menjadi simbol pengayom bagaimana media sosial bisa menyebarkan pesan kemerdekaan.
Para demonstran pun menyampaikan pesan terimakasih mereka dengan menuliskan tanda “Terimakasih Facebook”.
Seorang tokoh demonstran ternama pun, Wael Ghonim, mengucapkan terimakasih secara langsung kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Demikian lansir Techcrunch, Selasa (22/2/2011).
Pihak militer pun kini mulai menggunakan Facebook untuk mendekati kaum muda di Mesir. Menteri Dalam Negeri kini berusaha memperbaiki citra kepolisian negara dengan membuat Fan Page di jejaring sosial tersebut.
