Iran Larang Perayaan Hari Valentin

http://blog.retailmart.com/wp-content/uploads/2011/01/origin-of-valentines-day.s600x600-300x225.jpg

TEHERAN – Iran telah melarang memproduksi hadiah Hari Valentin dan juga perayaannya untuk memerangi penyebaran budaya Barat.

Hari yang dirayakan pada tanggal 14 dan di ambil dari nama seorang santo Kristen tersebut tidak sepenuhnya dilarang tapi peringatan mengenai penyebaran budaya Barat terus didengungkan. Di bawah undang-undang Islam, pasangan yang belum menikah tidak diperkenankan bercampur.

Persatuan percetakan pun menginstruksikan larangan tersebut, di bawah pengawasan pejabat Iran. Pembungkus kado seperti kartu, kotak dengan simbol hati dan bunga mereha tidak boleh dicetak.

“Negara kami memiliki budaya leluhur dan banyak hari untuk merayakan kebaikan, cinta dan kasih sayang, ujar kepala persatuan Ali Nikou Sokhan, seperti dilansir Reuters, Rabu (19/1/2011).

Hari Valentin menjadi sangat populer di antara para anak muda di Iran dan juga menjadi lumbung bisnis di negeri yang 70 persennya berusia 30 tahun dan tidak memiliki kenangan mengenai revolusi Islam pada tahun 1979, yang meruntuhkan kekuasaan Shah yang didukung oleh AS.

“Percetakan dan produksi dari berbagai produk yang terkait dengan perayaan Hari Valentin, termasuk poster, brosur, kartu iklan, kotak dengan simbol hati, setengah hati, bungan merah dan aktifitas lainnya yang mempromosikan hari tersebut akan dilarang,” pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar.

Beberapa nasionalis menyarankan agar mengganti Hari Valentin tersebut menjadi hari “Mehregan”, festival warga Iran yang selalu diselenggarakan pada masa Islam. Mehr yang berarti persahabatan, kasih sayang atau cinta.

Published in: on January 19, 2011 at 10:53 am  Leave a Comment  
Tags:

Burung Merpati Dibanderol Rp1,8 M

AP Photo

KERMT – Siapa yang mengira burung merpati atau dara bisa menjadi hasil yang menjanjikan untuk masa pensiun. Harganya bisa mencapai Rp1,8 miliar.

Seperti halnya Blue Prince, burung tersebut mencapai nilai sekira USD205 ribu atau sekira Rp1,8 miliar. Nilai yang fantastis untuk membiakkan burung tersebut.

Bahkan baru-baru ini dua rumah lelang di Belgia melelang burung dara balap yang nilainya memecahkan rekor, pembelinya berasal dari China.

“Mereka menginginkan burung dara terbaik, memiliki burung dara terbaik, dan mengembangbiakkan burung terbaik,” ujar Stefan Roosen setelah para pembeli dari China berhasil memborong 218 kawanan burung dara milik ayahnya dengan total nilai USD1,8 juta atau sekira Rp16 miliar. Burung tersebut tidak diperlombakan di China, karena kekhawatiran akan tersesat karena nilainya yang sangat mahal. Demikian kutip Reuters, Jumat (14/1/2011).

Pada balapan burung dara di Eropa, burung-burung tersebut dibawa dari sarangnya menelusuri jalan sepanjang seribu kilometer lalu dilepas. Perlombaannya ditentukan dengan burung mana yang kembali dengan cepat.

“Dengan tingkat perekonomian yang tinggi, balapan burung di China pun ikut berkembang,” ujar Yi Minna, Penanggung Jawab di rumah lelang PiPa pigeon, yang mengatur penjualan.

“Hadiah yang diberikan dalam balapan burung itu pun terbilang sangat fantastis, nilainya mencapai miliaran. Hadiah uangnya mencapai USD1,31 juta (Rp11,8 miliar) di Shanghai, pemenangnya bisa mendapatkan setengahnya dari nilai tersebut,” pungkasnya.

Published in: on January 14, 2011 at 4:06 pm  Leave a Comment  
Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.