
TEHERAN – Iran telah melarang memproduksi hadiah Hari Valentin dan juga perayaannya untuk memerangi penyebaran budaya Barat.
Hari yang dirayakan pada tanggal 14 dan di ambil dari nama seorang santo Kristen tersebut tidak sepenuhnya dilarang tapi peringatan mengenai penyebaran budaya Barat terus didengungkan. Di bawah undang-undang Islam, pasangan yang belum menikah tidak diperkenankan bercampur.
Persatuan percetakan pun menginstruksikan larangan tersebut, di bawah pengawasan pejabat Iran. Pembungkus kado seperti kartu, kotak dengan simbol hati dan bunga mereha tidak boleh dicetak.
“Negara kami memiliki budaya leluhur dan banyak hari untuk merayakan kebaikan, cinta dan kasih sayang, ujar kepala persatuan Ali Nikou Sokhan, seperti dilansir Reuters, Rabu (19/1/2011).
Hari Valentin menjadi sangat populer di antara para anak muda di Iran dan juga menjadi lumbung bisnis di negeri yang 70 persennya berusia 30 tahun dan tidak memiliki kenangan mengenai revolusi Islam pada tahun 1979, yang meruntuhkan kekuasaan Shah yang didukung oleh AS.
“Percetakan dan produksi dari berbagai produk yang terkait dengan perayaan Hari Valentin, termasuk poster, brosur, kartu iklan, kotak dengan simbol hati, setengah hati, bungan merah dan aktifitas lainnya yang mempromosikan hari tersebut akan dilarang,” pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar.
Beberapa nasionalis menyarankan agar mengganti Hari Valentin tersebut menjadi hari “Mehregan”, festival warga Iran yang selalu diselenggarakan pada masa Islam. Mehr yang berarti persahabatan, kasih sayang atau cinta.

